Selasa, 23 Maret 2021

ARCH LINUX

Sistem Operasi Dan Arch Linux


Contoh Sistem Operasi & Arch Linux

Sistem operasi (bahasa Inggris: operating system; disingkat OS) adalah perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari perangkat keras dan perangkat lunak, serta sebagai daemon untuk program komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program booting.

Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat keras komputer, meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan sering kali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web. 

Sistem Operasi atau biasa disingkat OS adalah system software yang melakukan kontrol manajemen perangkat keras dan fungsi dasar sistem di dalam komputer.

OS juga bekerja untuk menjalankan perangkat lunak seperti aplikasi atau program yang terinstal di dalamnya. Melalui sistem operasi, sebuah komputer bisa dijalankan oleh manusia.Secara umum, sistem operasi adalah software pertama yang diinstal pada memori komputer setelah proses booting.

Jenis - Jenis Sistem Operasi Modern

  1. Linux         

    Linux adalah salah satu OS yang menganut sistem UNIX yang menggunakan model pengembangan, serta distribusi software secara gratis, maupun biasa Anda kenal dengan sebutan open source. Sama halnya dengan aplikasi open source lainnya, Linux juga dapat dikembangkan dan di distribusikan secara gratis. Hal ini merupakan salah satu daya tarik dari OS ini. Linux sendiri mungkin kurang familiar apabila dibandingkan dengan Windows maupun Macintosh. Hal tersebut sangat wajar karena pengguna Linux merupakan orang-orang dengan jumlah presentase yang sangat sedikit ,tentu hal ini menjadi favorit bagi para pengembang mandiri, karena dengan linux mereka bisa mengubah, menambah atau mengurangi sistem di dalamnya.

    2. Android

    Android memiliki perbedaan dengan sistem operasi WindowS 10 milik Microsoft yang mengharuskan perusahaan untuk membayar royalty apabila ingin menggunakan sistem operasi tersebut. Maka dari itu, tidak heran jika banyak vendor yang menggunakan sistem operasi yang bekerja sama dengan Google ini. Sedangkan untuk sistem operasi seperti iOS milik perusahaan Apple hanya dapat digunakan pada perangkat iPhone dan juga iPad. Android merupakan sistem operasi yang banyak digunakan karena ia dapat dengan mudah ditemukan dan fleksibel untuk dioperasikan. Tidak seperti sistem operasi iOS yang dirilis perusahaan Apple yang khusus untuk produk iPhone dan juga Ipad. Apple tidak merilis sistem iOS untuk perangkat lain di laur perangkat mereka sendiri.


    3.  iOS

     

    iOS (sebelumnya iPhone OS) adalah sistem operasi seluler yang dibuat dan dikembangkan oleh Apple Inc. khusus untuk perangkat kerasnya. Ini adalah sistem operasi yang saat ini memberdayakan banyak perangkat seluler perusahaan, termasuk iPhone, dan iPod Touch; itu juga mendukung iPad sebelum pengenalan iPadOS pada 2019. Ini adalah sistem operasi seluler terpopuler kedua di dunia setelah Android.

    Awalnya diluncurkan pada 2007 untuk iPhone, iOS telah diperluas untuk mendukung perangkat Apple lainnya seperti iPod Touch (September 2007) dan iPad (Januari 2010). Pada Maret 2018, Apple App Store berisi lebih dari 2,1 juta aplikasi iOS, 1 juta di antaranya adalah asli untuk iPad.[6] Aplikasi seluler ini secara kolektif telah diunduh lebih dari 130 miliar kali.

    Antarmuka pengguna iOS didasarkan pada manipulasi langsung, menggunakan gerakan multi-touch. Elemen kontrol antarmuka terdiri dari bilah geser, panel beranda, dan tombol. Interaksi dengan OS termasuk gerakan seperti menggesermengetukmencubit, dan mencubit terbalik, yang semuanya memiliki definisi spesifik dalam konteks sistem operasi iOS dan antarmuka multi-touch. Akselerometer internal digunakan oleh beberapa aplikasi untuk merespons guncangan perangkat (satu hasil umum adalah perintah undo) atau memutarnya dalam tiga dimensi (satu hasil umum adalah beralih antara mode potret dan lansekap). Apple telah dipuji secara signifikan karena memasukkan fungsi aksesibilitas menyeluruh ke iOS, memungkinkan pengguna dengan cacat penglihatan dan pendengaran untuk menggunakan produknya dengan benar.

     

    4. Mac OS X

    Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86.

     Macintosh operating system atau sistem operasi macintosh adalah sistem operasi yang digunakan untuk mengoperasikan komputer notebook apple macintosh. Mac OS merupakan sistem operasi pertama yang menggunakan Graphical User Interface – GUI. Orang-orang penting pada Macintosh yaitu Bill Atkinson, Jef Raskin dan Andy Hertzfeld. Komputer ini dinamakan berdasarkan McIntosh, jenis apel yang disukai Jef Raskin. Macintosh diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari 1984 lewat iklan Super Bowl yang fenomenal. Pada waktu itu, langkah yang dilakukan Apple adalah sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia komputer personal.

     

    5. Windows

    OS Windows adalah penerus dari Microsoft DOS dengan tampilan yang sudah memiliki gambar atau GUI (Graphical User Interface).Dengan adanya tampilan grafik tersebut, pengguna akan jauh lebih mudah dalam mengoperasikan komputer. 

     

    Arch Linux

    Arch Linux (atau Arch) adalah sebuah distro i686/x86-64 yang dikembangkan secara independen berdasarkan model paket rolling-release. Pendekatan desain pengembang distro ini berfokus pada minimalisme, keanggunan kode, kebenaran program dan modernitas. Versi 0.1 (Homer) telah dirilis pada 11 Maret 2002.

    Kelebihan

    Arch menyajikan lingkungan instalasi yang sederhana (tanpa GUI), dikompilasi untuk arsitektur i686/x86-64. Arch itu ringan, fleksibel, dan simpel. Filosofi desain dan implementasinya membuatnya mudah untuk dikembangkan dan dibentuk menjadi sistem apapun yang Anda buat--dari konsol minimalis hingga desktop mewah yang kaya fitur. Daripada nantinya harus membuang paket-paket yang tidak diinginkan. Arch menyediakan power user kemampuan untuk membangun sistem dari dasar tanpa konfigurasi apapun. 

    Manajemen Paket Yang Unik

    Arch menggunakan sistem paket binary yang mudah digunakan (pacman) yang mengizinkan anda untuk mengupgrade sistem dengan satu perintah. Pacman dibangun dengan bahasa C dan didesain untuk ringan dari bawah hingga ke ujung atas untuk menjadi ringan, simple, dan sangat cepat. Arch juga menyediakan sistem pemaketan yang ports-like (Arch Build System) untuk memudahkan membuat paket dan menginstal paket dari kode sumber, dan bisa disinkronisasikan dengan satu perintah. Bahkan anda juga dapat membangun kembali sistem anda dengan satu perintah. Semuanya dilakukan dengan sangat mudah dan transparan. Model rolling release memungkinkan satu kali instalasi kemudian upgrade berkesinambungan, tanpa pernah harus melakukan instalasi ulang atau upgrade besar-besaran dari satu versi ke berikutnya.

    Modernitas 

    Arch Linux berusaha untuk menyediakan versi stabil terbaru dari perangkat lunak berdasarkan sistem rolling-release. Saat ini kami mendukung set paket core untuk sistem dasar i686 dan x86-64, ribuan tambahan, paket binary berkualitas tinggi dari pengembang dan repositori pengguna, serta ribuan script PKGBUILD untuk membangun dan memaketkan dari kode sumber. Arch menyediakan software vanilla, non-patched; paket-paket yang ditawarkan adalah murni dari upstream, sebagaimana awalnya itu ditujukan untuk didistribusikan. Patch hanya terjadi dalam beberapa kasus, untuk mencegah kerusakan parah. Contohnya ketidakcocokan versi yang mungkin terjadi dalam model rolling release. Arch juga menyediakan fitur-fitur baru yang tersedia untuk pengguna GNU/Linux, termasuk filesystem modern (Ext2/3/4, Reiser, XFS, JFS), LVM2/EVMS, software RAID, dukungan udev dan initcpio, serta kernel terbaru. 

     

    source : https://wiki.archlinux.org/index.php/Arch_Linux_(Indonesia)


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar